Hukum Berhubungan Badan di Bulan Ramadan

Hukum Berhubungan Badan di Bulan Ramadan
Berpuasa di bulan Ramadhan berarti Anda harus menahan hasrat Anda. Tidak hanya makan dan minum, tetapi juga keinginan untuk berhubungan seks. Berhubungan seks selama puasa dapat membatalkan puasa.

Namun, ini bukan berarti Anda tidak bisa dan tidak bisa berhubungan seks selama bulan puasa. Islam tidak melarang hubungan suami-istri selama bulan Ramadhan.

Hanya saja, hubungan seks harus dilakukan saat sedang tidak puasa atau di malam hari. Berhubungan seks bisa dilakukan setelah berbuka puasa hingga sebelum puasa.

"Mungkin [terkait dengan suami dan istri], mereka yang tidak bisa melakukannya di siang hari, mungkin malam sampai saat puasa," kata instruktur Universitas Islam Negara Bagian Jakarta Syafiq Hasyim di CNNIndonesia.com.

Saat memasuki masa puasa, kondisi tubuh harus kembali ke kebersihan sehingga bisa menjalankan ibadah.

"Lebih baik berada dalam kondisi suci, dan yang paling penting adalah memurnikan diri Anda segera sehingga Anda dapat melakukan sholat subuh," kata Syafiq, wakil presiden PBNU, lembaga pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama. NU).

Siapa pun yang berhubungan seks harus menyucikan diri dengan mandi wajib atau mandi junub untuk menyucikan diri mereka dari penderitaan besar.

Sementara kegiatan seksual di siang hari tidak hanya membatalkan puasa, tetapi juga didenda atau diusir dalam bentuk pembebasan budak, puasa selama dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 orang miskin .

Hukum Berhubungan Badan di Bulan Ramadan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Blogger Indonesia

1 komentar:

  1. widih.......the rias ricis bahas berhubungan saya suka judulnya.keren2.lanjutkan min.salam ya buat calon istriku.

    ReplyDelete